banner 728x90

Puluhan Masyarakat Kec. Makassar Geruduk Disdik , Tuntut Pencopotan Kepala Sekolah se SDN Kompleks Monginsidi

Makassar, INDONEWSONE– Sekira 30an warga perwakilan Masyarakat Kecamatan Makassar yang berdomisili di sekitar SDN Kompleks Monginsidi Pagi tadi, Kamis (7/8) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar di Jalan A.P.Pettarani Makassar. Kedatangan puluhan masyarakat tersebut guna melaporkan Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah oknum Guru dan Kepala Sekolah di SDN Kompleks Monginsidi Makassar. Diketahui, SDN Kompleks Monginsidi Makassar terdiri dari 4 sekolah yakni SDN 1 Unggulan Monginsidi, SDN II dan SDN III serta SD Inpres Monginsidi.

Perwakilan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya di Dinas Pendidikan nyaris kecele karena tak ada satu pun pejabat Dinas Pendidikan yang berada di tempat, Kadis Pendidikan sedang berada di Inspektorat Kota Makassar, begitu pula dengan Sekretaris Dinas yang tak berada di tempat, terlebih Kabid SD, Kurnia juga tak ada di tempat. Beruntung Kasubsi Kepegawaian dan Umum, Muh. Guntur, S.Pd, M.Pd ada di lokasi sehingga Muh. Guntur yang juga pernah menjabat selaku Kepala SMPN 18 Makassar menerima perwakilan masyarakat di salah satu ruangan.

Dalam penjelasannya, perwakilan masyarakat yang didampingi oleh Jafar yang juga salah satu orang tua murid di SDN Kompleks Moginsidi meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk segera mengambil tindakan tegas atas ulah oknum Guru dan Kepala Sekolah di SDN Kompleks Monginsidi. Sambil menyerahkan tuntutan mereka yang diterima oleh Kasubsi Kepegawaian dan Umum, Muh. Guntur.

Berikut tuntutan masyarakat yang tertuang dalam Aspirasi Masyarakat Kec. Makassar:

  1. Mencopot Kepala Sekolah se Kompleks Monginsidi
  2. Mengeluarkan pihak Guru dan Operator Sekolah dari Kompleks SDN Monginsidi.

Sementara hal-hal yang mendasari tuntutan masyarakat Kec. Makassar antara lain :

  1. Dugaan Jual Beli Seragam sekolah bersama atribut dengan harga yang di luar kewajaran. Meski hal ini telah dimediasi oleh Diknas beberapa waktu lalu, namun dirasakan masih berlanjut.
  2. Dugaan terjadinya Praktik jual beli bangku pada Jalur pemenuhan Kuota dimana hingga proses kegiatan pembelajaran berjalan efektif, ternyata ditemukan banyak murid yang berasal dari luar Domisili Kec. Makassar dan sekitarnya. Bahkan menurut perwakilan masyarakat yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan ada murid yang tinggalnya di Sudiang bahkan ada yang dari Sungguminasa Kab. Gowa bersekolah di SDN Komplek Monginsidi.
  3. Dugaan terjadinya Pungli dengan dalih biaya phsyko test (Tes physikologi) yang mencapai Rp 400.000/murid.
  4. Adanya salah seorang Murid yang telah mengikuti pembelajaran selama seminggu tiba-tiba dikeluarkan oleh pihak sekolah SD Inpres Monginsidi tanpa alasan yang jelas.

Muh. Guntur dalam keterangannya saat menemui puluhan masyarakat di halaman kantor Diknas mengatakan akan segera menindk lanjuti aspirasi dengan melakukan koordinasi kepada pihak terkait (Bidang Pendidikan Dasar) dan Kepala Dinas Pendidikan sesegera mungkin.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *