banner 728x90

Hadapi Tantangan Era Digital, PP Muhammadiyah Gelar Lokakarya Fotografi Jurnalistik

Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan serius terhadap etika dan kebenaran dalam dunia visual, terutama fotografi jurnalistik. Isu ini menjadi sorotan utama dalam Lokakarya Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bekerja sama dengan Kemendikdasmen RAMAH dan Article 33, pada Selasa (28/10) di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menekankan bahwa meskipun dunia digital dan kemajuan teknologi memudahkan semua orang untuk memotret, kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip Jurnalistik dan etika yang benar masih menjadi persoalan besar.

“Saat ini mungkin jadi persoalan adalah etika, dengan adanya teknologi AI semakin membuat segala sesuatu yang tidak dikerjakan, menjadi seolah-olah terjadi,” tegas Izzul Muslimin.

AI dan Krisis Kebenaran Visual

Dalam amanatnya, Izzul Muslimin menyebut bahwa perubahan luar biasa yang dibawa oleh dunia digital, khususnya dalam ranah visual dan audiovisual, telah menciptakan kondisi di mana batas antara realitas dan manipulasi semakin kabur.

Sebagai sosok yang memiliki latar belakang Ilmu Komunikasi, ia menyayangkan berbagai gejolak dan isu yang kerap muncul di ruang publik karena ‘kalahnya’ kecerdasan dan nalar manusia dalam menyaring informasi dari kecerdasan buatan. Manipulasi foto, meski bukan hal baru, kini menjadi jauh lebih mudah dilakukan dan dipercaya berkat AI.

Oleh karena itu, lokakarya ini menjadi momentum penting bagi para peserta, yang terdiri dari pegiat media dan fotografer profesional, untuk tidak hanya mengasah keterampilan teknis memotret, tetapi juga membumikan kembali nilai-nilai etika, kepantasan, dan kepatuhan jurnalistik di tengah derasnya arus teknologi.

Kegiatan yang bertajuk ‘RAMAH’ (Ramah, Amanah, Mandiri, Aman, dan Harmonis) ini bertujuan membangun ekosistem media yang bertanggung jawab, memastikan bahwa setiap gambar yang dipublikasikan memiliki makna, beretika, dan dapat dipercaya di mata publik.

Source/foto by : muhammadiyah.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *